Bakso Pa’de Jangkung® – Jalan Sancang belakangan ini bukan sekadar jalur lalu lintas biasa. Banyak pengendara dan pejalan kaki dibuat gagal fokus saat melintas.
Bukan karena macet, bukan pula karena razia, melainkan karena aroma bakso yang menyeruak dari sebuah kedai sederhana bernama Bakso Pa’de Jangkung.
Warung bakso ini mendadak ramai dibicarakan. Bukan cuma soal rasa, tapi juga karena efek sampingnya yang “berbahaya,” sekali mampir, susah berhenti.
Dari Warung Biasa ke Titik Keramaian
Secara tampilan, Bakso Pa’de Jangkung tidak berlebihan. Tempatnya bersih, rapi, dengan suasana yang ramah. Namun sejak pagi hingga malam, kursi-kursi nyaris tak pernah kosong. Pelanggan datang silih berganti, ada yang baru pertama mencoba, ada pula yang sudah langganan dan hafal betul jam-jam ramai.
Banyak di antara mereka mengaku awalnya hanya “iseng lewat”, lalu tergoda aroma kuah bakso yang kuat dan segar.

Rasa yang Jujur, Tanpa Drama
Yang membuat Bakso Pa’de Jangkung menonjol bukan gimmick. Baksonya kenyal alami, kuahnya jernih, dan rasa dagingnya terasa utuh. Tidak amis, tidak berminyak, dan tidak bikin enek meski dihabiskan sampai tetes terakhir.
Porsi disajikan dengan seimbang, isian rapi, dan pilihan pendamping yang membuat pelanggan betah berlama-lama.
Tak heran jika banyak pengunjung menyebut bakso ini “bikin rusuh perut,” bukan karena sakit, tapi karena perut minta nambah terus.
Pelanggan Datang, Duduk, Lalu Kembali Lagi
Suasana di dalam warung terasa hidup. Obrolan antar meja, senyum puas setelah suapan pertama, hingga komentar klasik,
“Besok ke sini lagi, ya.”
Bahkan beberapa pelanggan rela memutar arah kendaraan hanya demi semangkuk bakso ini. Jalan Sancang pun perlahan dikenal bukan cuma sebagai jalur, tapi sebagai destinasi rasa.
Bukan Sekadar Bakso
Bakso Pa’de Jangkung tidak menjual sensasi palsu. Yang ditawarkan adalah kejujuran rasa, konsistensi kualitas, dan pengalaman makan yang bikin nagih tanpa harus berlebihan.
Maka jika suatu hari Anda melewati Jalan Sancang dan mendapati perut tiba-tiba “ribut sendiri”, jangan salahkan jalanannya. Besar kemungkinan itu karena Bakso Pa’de Jangkung memang sengaja bikin orang berhenti, duduk, dan kembali lagi.
